Breaking News

IKA UNAIR Di Jember Peduli Turunkan Stunting di Jember.

Dr. dr. I Nyoman Semita SpOTK ( Spine) Ketua IKA UNAIR Jember,

RECORD JATIM.COM.

JEMBER-  Ikatan Keluarga Alumni Universitas Airlangga  ( IKA UNAIR) yang ada di Jember memiliki kepedulian melihat Jember terdampak Angka Stunting tertinggi di jawa timur .

"Bakti sosial untuk membantu angka penurunan stunting di Jember tersebut sudah berjalan sejak 2023. " Untuk tahun 2023 ada 10.000  paket dengan sasaran ibu hamil dan Ibu menyusui " kata Ketua Alumni UNAIR Dr. dr. I Nyoman Semita SpOTK ( Spine) Sabtu ( 16/3/2024) kepada media Record jatim.com.

Lebih lanjut dia jelaslan  di tahun 2024. Program 10 ribu paket untuk ibu hamil ini  tujuannya  untuk menurunkan angka kematian ibu ( AKI), angka kematian bayi ( AKB) dan stunting turun.          "

Pencegahan stunting yang kami lakukan di Jember  dari awal, yang menjadi sasaran adalah calon pengantin dan ibu hamil. Tahun ini ( 2024), kita akan meneruskan lagi 10 ribu lagi , hasilnya belum  bisa dilihat hasilnya,  mungkin 2- 3 tahun lagi baru terlihat ." Terang . Dr. dr. I Nyoman Semita SpOTK ( Spine) Ketua IKA UNAIR Jember, 

Sedangkan Program 10 ribu paket untuk  setiap ibu hamil mendapat 180 biji tablet yang mengandung multi mikro nutrien.              "Masing-masing kapsul mengandung vitamin dan mineral 15 biji, ini bisa membuat ibunya menjadi glowing, kalau terjadi pendarahan bisa teratasi sehingga AKI, AKB dan Stunting diharapkan turun karena kita mencegah dari awal yang jadi sasaran adalah ibu hamil dan calon pengantin." Unkal Semita.  

"Stunting yang terjadi di Jember  terbanyak adalah  dari anak-anak yang putus sekolah.  Nikahnya kecil ( anak)  melahirkan kecil ( anak) , artinya masih anak-anak  melahirkan  anak. Hanya lulus SD sudah nikah dan berikutnya anak-anak  melahirkan kemiskinan karena lulusan SD, nikah sehingga apa yang bisa diberikan pada anak. "Urainya.

Harapan kami  keberhasilan penurunan stunting tidak hanya dari tim Diskes maupun posyandu ,pihak  sekolah juga peduli pada Program stunting. Para guru juga kepala sekolah bisa memberikan edukasi pendidikan apa itu  stunting agar anak-anak jangan cepet menikah." Paparnya.      

Menurut Semita, kalau stuntiingnya  1 dari 4   yang lahir ( 25% yang stunting) bagaimana bisa maju.    

"Jelas kita tidak bisa bersaing. Stunting kecerdasannya terbelakang, tinggi badan pendek. Lebih baik kita memikirkan calon ibunya, karena nikah dini. Calon pengantin dan setelah hamil kita lakukan  intervensi sehingga program 10 ribu bagi ibu hamil itu, bagi saya itu hal yang luar biasa. Harus dilanjutkan. Tahun ini 10 ribu lagi, free." Ungkapnya.          

"Untuk diketahui tahun 2024 Anak-anak KKN UNAIR kita libatkan di 3 kecamatan, Sukorambi,  Panti dan Bangsalsari. Hasilnya,  kita tinggal mengevaluasi,  menjadi catatan argumen ilmiah dan argumen faktual yang bisa memperkuat agar  para pengambil kebijakan lebih arif dalam sasaran pencegahan stunting." Imbuhnya. 

kegiatan  IKA  UNAIR lainnya  memberikan  bantuan untuk mahasiswa tidak mampu berupa  uang ,muka masuk Perguruan Tinggi.  Selain itu juga ada program mudik gratis tahun 2024. ( LN)              

© Copyright 2022 - RECORD JATIM