Breaking News

Satpol PP Jember Bersinergi Dengan Bea Cukai Membuka Posko Pengaduan Rokok Ilegal

RECORD JATIM.COM

JEMBER-Pemerintah Kabupaten Jember  terus berupaya mengampanyekan Gempur Rokok Ilegal. Bupati Jember Ir.H.Hendy Siswanto ,ST.IPU I mengatakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) berasal dari pembelian rokok berpita cukai asli. 

Hal ini menjadi salah satu pendapatan negara yang bersifat khusus dari pemerintah pusat yang dialokasikan ke Pemerintah Provinsi ataupun pemerintah kabupaten atau kota. 

Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendanai berbagai kegiatan masyarakat.

"Dengan membeli rokok legal berpita cukai yang berlabel harga, pemerintah akan mengembalikan kembali hasil pembelian pita cukai tersebut. Termasuk Kabupaten Jember yang menerima dana bagi hasil dari cukai hasil tembakau untuk mendanai berbagai kegiatan," ucap Bupati Hendy Siswanto saat menyerahkan BLT dari dana DBHCHT di kecamatan Ambulu belum lama ini.

 

Sementara Kepala Bea Cukai Jember  Asep Munandar menambahkan, sosialisasi sangat penting, dikarenakan penerapan terhadap barang cukai memiliki tujuan penting yakni melindungi masyarakat di bidang kesehatan serta menambah penerimaan negara.


"Saya berharap kepada seluruh masyarakat Kabupaten Jember apabila menemukan pita cukai ilegal segera menghubungi kami. Semakin banyak rokok ilegal beredar di masyarakat, maka negara akan dirugikan dan masyarakat dirugikan kesehatannya. Saya yakin rokok ilegal banyak yang beli karena harganya yang relatif lebih murah," pungkasnya


Asep Munandar, Kepala Kantor Bea Cukai Jember, mengungkapkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawasi dan melaporkan peredaran rokok ilegal. Sosialisasi ini bertujuan agar masyarakat memiliki pemahaman yang cukup untuk melaporkan keberadaan rokok ilegal kepada pihak berwajib.


Oleh sebab itu dalam upaya pemberantasan rokok ilegal , kantor Bea Cukai Jember Jaj kerjasama dengan  Satpol PP Kabupaten Jember secara aktif melakukan kegiatan edukasi dan sosialisasi untuk memberantas rokok ilegal. Mereka mengajak masyarakat untuk tidak mengonsumsi, menjual, memproduksi, atau mendistribusikan rokok ilegal


Dia menekankan peran penting masyarakat yang memberikan informasi terkait peredaran rokok ilegal. "Kami mendapatkan informasi dari masyarakat, dan dengan cepat kami  bersama Satpol PP Pemkab Jember melakukan penindakan terhadap peredaran rokok ilegal tersebut," ungkapnya.


Asep Munandar juga memberikan informasi terkait ciri-ciri rokok ilegal yang beredar di pasaran. "Rokok ilegal seringkali memiliki merk tidak terkenal, menyerupai rokok yang sudah terkenal, dan dijual dengan harga yang sangat murah dibandingkan dengan rokok resmi," tambahnya.


Sementara itu, Bambang Saputro SH. M. Si Kepala Satpol-PP Kabupaten Jember, menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam memutus mata rantai peredaran rokok ilegal. 

Peran serta masyarakat diharapkan melapor segera jika mengetahui adanya penawaran, penyerahan, penjualan, atau penyediaan rokok ilegal. 


Ia menekankan bahwa peredaran rokok ilegal dapat menimbulkan konsekuensi hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku, khususnya Pasal 54 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang cukai.


Selain itu  Bambang Saputro juga memberikan informasi mengenai ciri-ciri rokok ilegal yang sering ditemui di pasaran. Beberapa ciri tersebut meliputi merk tidak dikenal, kemiripan merk dengan produk rokok resmi, absennya nama dan/atau lokasi pabrik rokok, rokok dengan pita palsu atau pita cukai berbeda, serta rokok dengan harga sangat murah.( LN,FIR)



© Copyright 2022 - RECORD JATIM