Breaking News

Unicef Temukan Data 915 Anak Dari 8 Desa Di Jember tidak Sekolah .

Kepala DP3AKB Jember Suprihandoko
RECORD JATIM.COM JEMBER,Wajib belajar 12 tahun merupakan program Pemerintah untuk meningkatkan kesempatan menempuh pendidikan hingga 12 tahun dengan label Pendidikan Menengah Universal.

Demi menguatkan implementasi program tersebut secara nasional, pemerintah mengeluarkan kebijakan pendukung bernama Peraturan Menteri Pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia No 19 Tahun 2016 Tentang Program Indonesia Pintar.

Tujuan Penerapan Wajib Belajar 12 Tahun
Pada dasarnya  adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional terutama dari segi SDM.

Sudahkah program pendidikan belajar 12 tahun ini yang sudah berjalan 8 tahun   dinikmati oleh kalangan masyarakat  hingga seluruh pelosok desa.

Sementara khabar tidak mengenakan di dunia pendidikan bertepatan pada hari pendidikan Nasional di Jember  yang  diperingati 2 Mei 2023 . Dengan gemerlapnya kegiatan  memperingati Hari pendidikan mulai Upacara bendera , Exspo edukasi pendidikan ,Pagelaran wayang kulit ,Lomba menggambar untuk TK ,parade Drumband dan pentas seni  untuk pelajar cukup menyedot perhatian publik .

Namun satu sisi ada temuan data  dari UNICEF  telah disampakan ke Bupati Jember Hendy Siswanto bahwa di Jember dari hasil suvey UNICEF di 8 desa ditemukan  data 915 anak tidak sekolah dengan sampling 500 kk perdesa.
Hasil temuan UNICEF tersebut disampaikan oleh  Kabid Perlindungan anak DP3AKB, Joko Sutrisno, saat dikonfirmasi media  pada hari  Kamis, 04/05/23 di ruang kerjanya.

Joko Sutrisno menjelaskan adanya temuan tersebut bersama bapak kadis DP3 AKB dan perwakilan UNIICEF kami sudah  melakukan audience dengan Bapak Bupati Hendy Siswanto di Pendopo wahya wibawagraha belum  lama ini.

Sementara kepala Dinas DP3AKB Suprihandoko ketika dikonfirmasi media Record jatim.com  pada hari kamis 4 Mei 2023 mengatakan adanya temuan dari UNICEF menyebutkan 915 anak dari 8 desa di Jember tidak sekolah  menyatakan  benar data dari UNICEF tersebut.

Bahkan  Bapak Bupati sudah mengambil langkah mengumpulkan sejumlah OPD untuk membahas persoalan tersebut. ada sejumlah OPD yang dihadirkan seperti Dinas pendidikan, Dinas pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Sosial dan Bapekab.

"Intinya kami mendapatkan arahan dari Bapak Bupati untuk segera menangani persoalan tersebut secara bersama sama, karena permasalahan itu tidak bisa diselesaikan sendiri sendiri.

Bahkan  kami  sudah di ajak rapat bersama OPD yang lain, dan Bapak Bupati akan  segera mengambil langkah penanganan secara bersama dengan membentuk satgas” jelasnya.

Lebih lanjut Suprihandoko membeberkan adanya temuan 915 anak tidak sekolah di 8 desa penyebabnya ada sejumlah faktor seperti mereka terpaksa tidak sekolah karena faktor ekonomi keluarga. Yang kedua anak tersebut terpaksa harus kerja untuk membantu orang tua dan yang ketiga sudah sekolah di SD setelah itu tidak melanjutkan .

"Oleh sebab itu persoalan temuan data dari UNICEF ini harus secepatnya untuk segera ditindak lanjuti, selain melibatkan sejumlah OPD ,untuk RT ,RW nantinya juga harus dilibatkan .
Selain itu kita berharap peran dari media juga ikut serta  ",pungkasnya   ( LN,AF)

© Copyright 2022 - RECORD JATIM