Breaking News

Kartu Digitilasasi keuangan sangat Tepat Bila Dimiliki Para Santri di Pesantren Jember .

RECORDJATIM.COM.JEMBER:
Aplikasi yang dinisiasi Bank Syariah Indonesia dengan melakukan workshop ditujukan kepada Pesantren di Jember mendapat apresiasi dari Bupati Jember Ir.H.Hendy Siswanto saat membuka Workshop  digitalisasi sistem keuangan pondok pesantren  yang bekerjasama denga  Bank Syariah Indonesia cabang Jember hari Sabtu 8 Oktober 2022 bertempat di Aula PB sudirman Jember .

Kegiatan Workshop Digitalisasi sistem keuangan pondok pesantren yang di ikuti 75 peserta wakil pesantren di Jember ini menurut Bupati Jember H.Hendy Siswanto bisa membantu meringankan para kyai pengasuh pondok pesantren lebih mudah mengkontrol dalam penggunaan keuangan bagi santrinya .
"Manfaat digitilasi keuangan tidak hanya membantu para pengasuh pondok pesantren tetapi juga wali santri  oleh sebab itu Pemkab Jember hadir disini akan memberikan bantuan apa saja yang akan kita berikan setelah para santri memiliki kartu digitalisasi."kata Bupati Jember 

Bupati masih melanjutkan nilai yang positip adanya aplikasi keuangan digital di pondok pesantren ini   pemkab Jember bekerjasama dengan Bank BSI Cab.Jember ,dengan santri memiliki kartu digital yang dikeluarkan oleh bank BSI ini akan memudahkan santri untuk mengontrol keuangan mulai dari membayar SPP sekolah ,belanja kebutuhan sehari hari .
Selain itu  wali santri juga bisa mengontrol keuangan yang dilakukan putra putrinya.

Bupati menegaskan kedepan pihaknya ingin seluruh pondok pesantren di jember yang junlahnya sekitar  600 pesantren  memiliki yang namanya koperasi disinilah penkab Jember ingin membantu apa yang dibutuhkan.

Terpisah salah satu peserta workshop Nafisa Najuah dijumpai recordjatim menyatakan setelah adanya workshop digitalisasi keuangan untuk santri di pondok emamg bagus paling tidak perkembangan entreprenuer di pondok bisa lebih maju dan berkembang

"Ditempat pemondokan pesantren yang saat ini dia tempati sudah ada koperasi namun dananya masih minim sekali oleh sebab perlu kiranya Penkab Jember hadir baik memberikan pelatihan kepada para santri maupun suntikan dana buat koperasi pesantren "kata  Nafisa yang kuliah di UIN Jember.

Hal senada juga dikatakan oleh Gofur salah satu utusan pesantren dari kaliwates  Jember dia katakan pondok pesantren harus bisa berubah dengan adanya digitalisasi yang digagas oleh BSI ini di pondok perlu adanya pelatihan entrepreuer buat santri . 

"Adanya pelatihan digitalisasi keuangan ini baru pertama kali dan sangat bermanfaat "ujar Gofur mahasiswa UIN Unhas Jember.( LN ,FIR)
© Copyright 2022 - RECORD JATIM